Bahasa Indonesia : Resensi Novel Laskar Pelangi




RESENSI NOVEL LASKAR PELANGI
1.       Identitas Novel Laskar Pelangi

Judul                     : Laskar Pelangi
Penulis                : Andrea Hirata
Penerbit              : Bentang
Tahun Terbit      : Cetakan III, Juli 2007
Tebal halaman   : 533 halaman termasuk juga tentang penulis
Harga                    : Rp.59.000,-

2.       Pendahuluan
Laskar Pelangi merupakan novel pertama yang diselesaikan oleh Andrea Hirata, dalam novel ini penulis mencoba menceritakan perjuangan 11 anak yang ingin menggapai cita-cita dalam kehidupan keluarga mereka yang serba kekurangan.
Andrea Hirata adalah tamatan S1 dari Universitas Indonesia dan S2 dari Sheffield Hallam University , Inggris yang lulus dengan prediket graduate with distinction. Sekarang ia bekerja sebagai analis dikantor pusat PT Telkom Bandung.

3.       Sinopsis
Ini adalah kisah tentang 11 anak Belitong yang tergabung dalam “Laskar Pelangi” mereka adalah Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang tokoh utama Ikal. Cerita ini menceritakan kehidupan di pedalaman Belitong yang kontras , negeri yang kaya akan timah namun rakyat nya tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Novel ini bercerita tentang semangat juang dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib mereka melalui sekolah. Sebagian besar orang tua mereka lebih senang melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua dari pada belajar disekolah. Suramnya pendidikan di desa itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah terancam tutup jika murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang , namun kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan pendidikan didesa itu yang hampir redup karena faktor ekonomi rakyatnya.
 Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk masa mendatang , namun dua belas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh diluar dugaan.  Anak-anak Laskar Pelangi itu punya cita-cita setinggi langit, namun nasib jualah yang menentukan kehidupan mereka selanjutnya. Mereka harus tunduk oleh nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan.


4.       Keunggulan
-          Isi
Memiliki arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang meruntuhkan cita – cita namun penuh pengharapan dan rasa persahabatan yang sangat kental
-          Nilai Novel
Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari novel tersebut seperti keagamaan, moral, ketegaran hidup, bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak.

5.       Kelemahan
-          Gaya Bahasa
Ada kata-kata yang sulit untuk dipahami atau dapat kita mengerti , menggunakan kata-kata daerah yang belum diketahui artinya.

6.       Kesimpulan
Buku ini sangatlah bagus dibaca bagi para pelajar yang mendapat kemudahan ekonomi dalam menggapai pendidikan juga bagi para pendidik dan pemerintah yang memiliki kuasa untuk memajukan pendidikan Indonesia.



0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / World Wide Work

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger